
Salah satu hal yang harusnya mendapat perhatian khusus bunda yang sedang hamil adalah memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar si bayi, sebelum bunda melakukan persalinan di bidan atau rumah sakit. Hal ini bertujuan agar memudahkan BUnda di saat menjalani masa nifas. Berikut ini akan kita bahas 6 tips yang sangat penting di dalam menyiapkan kebutuhan bayi anda dan juga suami.
1. Kebutuhan Primer atau Dasar
Kebutuhan primer bagi bayi semisal popok, pakaian bayi, dan susu formula merupakan hal penting yang sebaiknya tidak terlupakan ketika berbelanja. Usahakan tidak membeli barang-barang tersebut dalam jumlah yang terbatas, karena dapat membuat bunda kewalahan ketika masa nifas dalam mengurus buah hati bunda.
2. Peralatan Bayi
Kita sepakat, bahwa segala kebutuhan bayi itu penting. Namun, beberapa barang seperti tas bayi, tempat duduk bayi dan berbagai macam mainan sebenarnya adalah beberapa hal yang dapat kita kategorikan "bisa menunggu". Sebaiknya dahulukan kebutuhan pokok dibandingkan kebutuhan primer lainnya.
3. Jangan Berlebihan
Agar terhindar dari pemborosan akibat berbelanja yang bersifat impulsif, ada baiknya bunda pastikan terlebih dulu untuk mencatat beberapa kebutuhan bayi yang menjadi prioritas. Karena, sangat banyak kita temui ayah dan ibu baru yang disebabkan karena merasa antusias dalam menghadapi kehadiran si buah hati, berbelanja di luar batas kemampuan.
4. Usahakan Banyak Bertanya
Jika Anda seirang ibu baru, maka dalam hal pengurusan dan perawatan bayi sebaiknya jangan ragu untuk bertanya kepada ibu-ibu atau wanita lain yang telah berpengalaman. Sebab, dengan banyak bertanya adalah "sekolah" terbaik untuk belajar dari mereka yang sudah pernah memiliki pengalaman yang serupa.
5. Lakukan Riset
Bunda dapat mencari di internet atau dapat juga dengan bertanya pada teman-teman yang baru melahirkan, tentang barang dan merk yang terbaik untuk buah hati anda.
6. Jangan Lupakan Alat Pompa ASI
Jangan sampai lupa untuk membeli alat pompa ASI beserta botol penyimpanannya, agar bayi anda mendapatkan asupan ASI yang maksimal ketika sudah kembali bekerja dan beraktifitas